Pengusaha-Seniman

6 Tips Menjadi Pengusaha Seniman yang Sukses

Posted on

Seorang seniman dapat menjadi pengusaha yang sukses karena mereka membuat produk atau memberi pelayanan terbaik kepada konsumen yang tertarik. Pengusaha seniman bisa mengatasi produk yang kreatif atau inovatif namun bisa juga tidak membuatnya, atau Anda dapat menjadi seorang seniman bisa juga menjadi pemasar.

Oleh karenanya, sebagai seorang seniman, Anda membutuhkan keterampilan dasar kewirausahaan untuk membangun bisnis seni yang sukses, khususnya untuk seniman yang bukan seorang public figure.

Seni visual merupakan bidang luas yang bisa Anda manipulasi dengan beberapa langkah untuk membuat produk akhir Anda luar biasa dan bisa dikenal di pasar. Wujud seni bisa berupa foto, desain abstrak, gambar digital, kartun, atau desain grafis.

Seniman mempunyai bermacam ketrampilan seperti menulis, menggambar, membuat tembikar, mengukir, mendekorasi, menjahit, arsitektur, lansekap, pemodelan, seni rias, dan pembuatan perhiasan.

Tips untuk Pengusaha Seniman

Beberapa kiat berikut akan membantu Anda apabila Anda termasuk dalam kategori seniman yang disebut sebelumnya atau yang sama dengannya. Apa saja jenis seni sebagai fokus bisnis Anda, Anda bisa mengaplikasikan semua gagasan ini supaya sesuai bisnis Anda. 

Disamping itu, Anda bisa mendapatkan manfaat dari strategi ini jika Anda melakukannya, ikuti tips berikut ini :

1. Membuat Hubungan Bisnis Seni Anda

Hubungan bisnis dengan pengusaha seniman lain atau beberapa orang yang menyenangi seni akan membuat anda termotivasi pada harapan Anda. Jaringan beberapa orang dengan ketertarikan yang serupa tingkatkan kesempatan Anda untuk sukses karena Anda dapat mendapatkan koneksi ke konsumen potensial atau memperoleh saran dari pengusaha sukses. Ini tentang menghubungkan dengan inspirasi dan kesempatan yang dapat bermanfaat untuk Anda sebagai pengusaha seniman.

2. Bangun Brand Bisnis Anda

Rintangan terbesar untuk seniman-pengusaha adalah plagiat dan persaingan yang ketat, oleh karenanya perlu membuat gaya style Anda sendiri berbeda dengan yang lain. 

Anda membutuhkan style atau brand dagang definitif dari style Anda untuk memberikan fasilitas eksposur dalam memenangkan persaingan. Pertama, tetapkan sistem bisnis dan konten Anda untuk membantu Anda meningkatkan brand bisnis Anda sendiri.

Misalkan, Anda bisa membuat produk ramah lingkungan, seni Afrika, atau mempromosikan pesan tertentu dengan produk Anda. Anda akan mendapati audience yang tertarik dengan brand bisnis Anda karena style ciri khas Anda.

3. Ketahui Nilai Pekerjaan Anda

Saat memastikan harga yang harus anda bayar atau pekerjaan Anda, evaluasi menggunakan metode standard bisa membantu Anda dalam memutuskan harga yang dapat memberikan keuntungan bisnis Anda. 

Untuk menghindari kekeliruan dengan menyepelekan pekerjaan Anda, pikirkan cost bahan baku, ukuran, dan waktu yang Anda pakai untuk menuntaskan pekerjaan kreasi seni Anda.

cari info mengenai produk sama dan tentukan harga Anda dalam kira-kira yang wajar, tidak dilebih-lebihkan atau dipandang sebelah mata. Saat sebelum Anda bisa menjual produk atau layanan artistik Anda ke konsumen setia Anda, Anda harus mempercayainya lebih dulu karya seni anda sendiri, dengan begitu orang lain akan mempercayainya juga

4. Praktekan Strategi Marketing

Walaupun Anda dan beberapa orang lain menyaksikan kehebatan anda dalam seni, sebagian orang tidak tertarik dengan penglihatan pertama. Seniman harus terus-menerus mempromosikan bisnisnya. Keterampilan dalam pemasaran atau marketing dibutuhkan. Anda perlu memberikan keyakinan orang untuk membeli produk Anda atau membayar layanan artistik Anda.

Bangun audience melalui teknik marketing, dengan begitu anda akan mulai menghasilkan lebih banyak penjualan. Tunjukkan produk contoh Anda seperti memakai photo, deskripsi, dan dapatkan kesempatan untuk tampilkan kreasi seni Anda di pameran.

Anda dapat memakai situs sosial media paling populer seperti facebook, twitter, pinterest untuk memasarkan produk Anda secara online. Pastikan style ciri khas Anda kelihatan jelas dalam gambar, video, atau poster marketing Anda.

5. Ketahui Audiens Anda

Setiap orang macam macam dalam memandang atau menilai sebuah karya seni. karena mereka terbagi dalam beberapa orang yang menghargakan kreasi seni, budaya, dan nilai seni yang indah sehingga mereka mau membeli. 

Ada juga sebagian orang yang  tidak menghargai seni, maka janganlah tersinggung saat ada sebagian orang tidak menyaksikan apa yang perlu mereka bayarkan dan menuntut barang gratis.

Maka temukan orang yang siap membelanjakan uang untuk seni anda dan perhatikan kebiasaan berbelanja mereka. Berapa kerap mereka akan beli? Apa yang dapat menyentuh hati mereka atau menyebabkan mereka mengeluarkan uang dari kantong mereka? Apa mereka tertarik dengan kesederhanaan komplikasi atau seni? Apa itu keindahan pesan seni Anda? Ketahui apa yang diharapkan pasar Anda dengan mengikuti kebutuhan pasar sambil berfokus pada produk Anda.

6. Pantau Bisnis Seni Anda

Seniman condong terlalu fokus pada pengerjaan produk hingga mereka lupa untuk mencari cash flow dan inventaris lain. Khususnya, saat bisnis sedang meledak dan Anda memperoleh pesanan beruntun. Anda kemungkinan membutuhkan kontribusi dalam mencari keuangan Anda. Seorang seniman perlu memelihara katalog, hitung penghasilan dan pengeluaran untuk menolong menganalisis pengembalian sebuah karya seni.

Kesimpulan

Itulah beberapa tips untuk menjadi pengusaha seniman yang sukses, jangan lupa untuk selalu mendapatkan informasi terbaru tentang seni-seni yang bermunculan agar anda tidak ketinggalan zaman. untuk itu kunjungi terus caritahu.my.id untuk mendapatkan informasi menarik lainnya.

Semoga Bermanfaat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *